|
Written by Rusdin S. Rauf
|
|
Tuesday, 02 February 2010 16:28 |
|
Quantum Istiqamah Mengkolaborasikan Kekuatan Pikiran, Perasaan dan Tindakan Saya telah beberapa kali mengikuti pelatihan motivasi, baik yang diselenggarakan oleh teman-teman kampus maupun yang saya ikuti melalui lembaga manajemen pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM). Pelatihan-pelatihan tersebut, saya akui, memang dahsyat. Sebagian besar peserta ter-“setrum” oleh ungkapan-ungkapan sang motivator. Tidak itu saja, peserta pun diberikan beberapa permainan yang menggugah semangat juang guna mencapai motivasi tertinggi. Awalnya, seluruh peserta ber semangat dan menikmati jalannya pelatihan dengan baik, tak terkecuali saya. Bahkan, sepanjang pelatihan, tak satu pun peserta merasakan adanya kekecewaan. Namun, beberapa hari usai pelatihan, semangat saya dan sebagian peserta mulai drop. Adapun yang semangatnya menyala-nyala, hanya segelintir orang saja. Itu pun sudah cukup menggembirakan. Saya termenung. Diam-diam saya bertanya dalam hati terdalam,”Salahkah saya? Salahkah pelatihan motivasi tersebut?” |
|
Selengkapnya
|
|
|
Apa itu Sampah Organik dan An-organik? |
|
Written by Fadliyanto
|
|
Saturday, 16 January 2010 17:45 |
|
(Gambar Saat Acara Kongres Ikatan Mahasiswa Teknik Lingkungan Indonesia di ITS Surabaya) Tulisan ini awalnya tidak kuanggap penting. Apalagi jika harus diterbitkan dikota seperti Makassar. Mungkin dikota-kota besar, tulisan dengan tema seperti ini sudah banyak dan telah kadaluarsa untuk dibahas. Seperti gambar disamping, tulisan ini bertemakan Pemilahan sampah organik dan anorganik. Gambar disamping ini saya ambil beberapa waktu lalu di Kota Malang, tepatnya di Taman Balai Kota. Setelah mengikuti acara Kongres Ikatan Mahasiswa Teknik Lingkungan Indonesia di ITS Surabaya, bulan yang lalu. Kita semua tahu bahwa sampah menjadi polemik yang selalu hadir di setiap daerah perkotaan. Pengelolaan yang tidak baik akan memberi banyak dampak yang besar bagi kehidupan.
|
|
Read more...
|
|
Written by Ihsan Laidi
|
|
Saturday, 16 January 2010 17:14 |
|
Inti dari berbagai forum diskusi online, website dan lainnya yang digunakan untuk media komunikasi adalah distribusi informasi dan brainstorming sehingga proses sharing bisa benar2 maksimal dan menjangkau berbagai pihak. Saya pribadi lebih suka menggunakan prinsip berikut dalam mengarungi proses perubahan : - Mulai dari hal yang kecil, mulai dari diri sendiri dan mulai dari saat ini.
untuk perubahan yang sesungguhnya memang diperlukan titik tolak / pijakan kuat berupa ide, gagasan atau bahkan ideologi , namun semua itu akan mental jika kita tidak pernah berniat untuk merealisasikan ide / gagasan itu.
Nah apa tips agar kita bisa merealisasikan semua ide / gagasan kita ? Jawabannya ada pada kata "Mulai dari hal yang kecil". |
|
Read more...
|
|
Written by Ihsan Laidi
|
|
Sunday, 03 January 2010 04:16 |
Sekitar sebulan yang lalu, iseng-iseng saya menghampiri tumpukan dari kumpulan buku-buku terlaris disebuah toko buku di Makassar, terlihat dengan jelas cover buku yang tergambar seorang laki-laki berdasi sedang berupaya lari setengah mati karena dibelakangnya terdapat seekor harimau yang sedang mengejarnya, latar cover banyak di bumbuhi warna hitam dan sedikit tambahan warna merah untuk memberikan kesan lebih dramatis pad buku itu. Tertulis jelas judul buku "The Power Of Kepepet", buku yang desain covernya mirip cover DVD ini sangat menarik perhatian saya untuk dibaca, tidak berpikir panjang buku itupun saya baca sambil berdiri walaupun disaat yang sama saya mempunyai janji dengan manajer pemasaran ditoko buku tersebut, ah.. biarlah tidak mengapa mungkin membaca sedikit halaman buku ini akan mampu memberi nilai lebih bagi saya yang sedang menunggu janji ini. Diawal-awal halaman buku ini atau belum setengah dari isi buku ini sudah bisa kita cap bahwa "The Power Of Kepepet" adalah buku bermutu dan layak dimilik, saya sangat terinspirasi dengan buku ini padahal saya belum membacanya sampai selesai. |
|
Selengkapnya
|
|
Written by Rusdin S. Rauf
|
|
Saturday, 26 December 2009 07:39 |
|
Jangan “Miskin” Harapan Delapan bulan lalu, sebelum menginjakkan kaki di Luwuk, saya sempat mengikuti pelatihan MDGs (Millennium Development Goals) di Jakarta. Pelatihan ini diselenggarakan oleh Republik Indonesia, Canadian Internasional Development Agency, dan UNICEF PBB. Salah satu targetnnya yaitu menanggulangi kemiskinan dan kelaparan. Pemerintah pun mulai mengujicobakan pencapaian MDGs ini di beberapa kabupaten saja. Untuk tahun 2010, insya Allah, mulai diberlakukan di seluruh Kabupaten di Indonesia. MDGs inilah yang menjadi alat evaluasi kinerja pemerintah daerah. Kemiskinan memang m asih menjadi permasalahan Negara ini. Hanya saja yang sungguh memprihatinkan apabila kita menjadi “miskin” harapan. Saya teringat ketika melakukan penelitian “Kemiskinan, Pengangguran, dan Solusi Permasalahannya” di kabupaten Pacitan. Sebagian responden yang saya temui ternyata merasa pasrah dengan keadaan mereka. Mereka tak punya harapan lagi untuk mencari pekerjaan. Alhasil, kondisi mereka terus-menerus di garis kemiskinan. Orang-orang pasrah ini berhasil diungkap melalui data BPS tahun 2005 “Hal yang menyedihkan adalah November 2005 terdapat sedikitnya 3, 79 juta pengangguran terbuka yang pesimis akan keadaan. Mereka mau menerima pekerjaan tetapi tidak mau mencari pekerjaan dengan alasan merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan (discouraged workers).” (Analisis Pengangguran Terdidik, Publikasi BPS, 2006) |
|
Baca Selengkapnya ...
|
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 Next > End >>
|
|
Page 1 of 5 |